Kegiatan Tadarus Al-Qur'an Perangkat Desa Pematang Panjang, Wujudkan Spirit Ramadhan yang Berkah

Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan amalan ibadah yang bernilai pahala besar, seluruh perangkat Desa Pematang Panjang menggelar kegiatan Tadarus Al-Qur'an setiap pagi di Aula Kantor Desa. Kegiatan ini menjadi agenda rutin selama Ramadhan yang digagas oleh Kepala Desa Pematang Panjang, Bapak Hamdan, S.E.
Setiap pagi, sebelum memulai aktivitas pelayanan masyarakat, para perangkat desa berkumpul untuk bersama-sama membaca dan mengkaji ayat-ayat suci Al-Qur'an. Mereka bergantian membaca dengan tartil dan memperdalam pemahaman terhadap kandungan Al-Qur'an. Suasana khidmat dan penuh keberkahan terasa di aula kantor desa, mencerminkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Al-Qur'an.
Kepala Desa Pematang Panjang, Bapak Hamdan, S.E., mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan program ini. “Alhamdulillah, Ramadhan yang ke-5 ini tadarus Al-Qur'an berjalan dengan lancar. Dan tidak ada lagi perangkat yang tidak baca Al-Qur'an, kecuali ibu-ibunya yang sedang mamnu'. Makasih ya Allah, mudah-mudahan kami tetap istiqomah menjalankan program kami ini. Aamiin,” ujarnya dengan penuh haru.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur'an, tetapi juga sebagai bentuk pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari bagi para perangkat desa. Dengan adanya program ini, diharapkan nilai-nilai spiritual tetap terjaga, baik dalam bekerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Tak hanya perangkat desa, kegiatan ini juga menginspirasi masyarakat sekitar untuk lebih aktif dalam membaca Al-Qur'an selama bulan Ramadhan. Beberapa warga bahkan mulai mengadakan tadarus di rumah-rumah mereka setelah melihat kebiasaan baik yang dilakukan oleh perangkat desa. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan yang baik akan menular dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Selain manfaat spiritual, kegiatan tadarus ini juga mempererat hubungan antarperangkat desa. Dengan berkumpul setiap pagi dalam suasana religius, mereka dapat berkomunikasi lebih baik dan bekerja sama dengan lebih harmonis dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan desa. Solidaritas yang terbentuk semakin memperkuat komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Ibu Yusnita juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut di bulan-bulan selain Ramadhan. “Kami ingin tadarus ini tidak hanya menjadi rutinitas Ramadhan, tetapi menjadi kebiasaan baik yang bisa terus kami jalankan. Jika tidak setiap hari, mungkin bisa diadakan seminggu sekali agar semangat membaca Al-Qur'an tetap terjaga,” katanya.
Masyarakat Desa Pematang Panjang pun memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Banyak warga yang merasa bangga karena perangkat desanya memberikan contoh yang baik dalam beribadah. Mereka berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai bagian dari budaya Islami yang mengakar di Desa Pematang Panjang.
Dengan semangat kebersamaan dan keistiqomahan dalam membaca Al-Qur'an, perangkat Desa Pematang Panjang bertekad untuk menjadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna. Semoga program ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk turut menghidupkan tradisi tadarus Al-Qur'an di lingkungan pemerintahan dan masyarakat. Aamiin.



Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin